Perkuat Implementasi PJPK hingga Tingkat Kelurahan, Kampung KB Ketami Jadi Pilot Project

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat upaya optimalisasi bonus demografi melalui implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai tindak lanjut monitoring dan evaluasi (monev) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Selasa (3/11/2026) di Aula Kelurahan Ketami.

Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari monev terhadap daerah yang memiliki dokumen PJPK berkualitas. Pada tahun 2025, Kota Kediri menjadi salah satu dari lima kota di Jawa Timur yang dokumen PJPK-nya dinilai berkualitas. Sementara di tingkat nasional, terdapat 15 kota yang memperoleh penilaian tersebut.

“Dari 15 kota tersebut, Kemendukbangga melaksanakan monitoring dan evaluasi untuk melihat sejauh mana implementasi PJPK berjalan. Khusus di Jawa Timur, ada tiga daerah yang menjadi sasaran, yakni Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kota Kediri. Monev ini ingin melihat bagaimana implementasi PJPK dapat diterapkan hingga ke tingkat paling bawah, yaitu kelurahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kampung KB menjadi salah satu wadah strategis dalam mengimplementasikan PJPK di tingkat kelurahan. Kampung Keluarga Berkualitas merupakan program Kemendukbangga yang mengintegrasikan berbagai kegiatan dan potensi masyarakat untuk mendorong pemberdayaan serta pembangunan keluarga.

Dalam kegiatan ini, Kampung KB Kelurahan Ketami ditunjuk sebagai pilot project implementasi PJPK di Kota Kediri. Pemilihan tersebut juga mempertimbangkan capaian Kampung KB Ketami yang berhasil meraih juara II Kampung KB tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Pertemuan tersebut diikuti oleh Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan Ketami serta seluruh ketua Pokja Kampung KB di Kota Kediri.

Hadir sebagai narasumber, Tim Kerja Pengendalian Penduduk Kemendukbangga Provinsi Jawa Timur yang menyampaikan materi mengenai strategi menggerakkan Kampung KB dalam memanfaatkan bonus demografi melalui implementasi PJPK di tingkat kelurahan.

Lebih lanjut, Fajri memaparkan sejumlah strategi Pemerintah Kota Kediri dalam mempersiapkan generasi produktif agar bonus demografi dapat memberikan manfaat optimal. Pertama, memaksimalkan peran kelompok usia produktif, yakni penduduk berusia 15–64 tahun, agar memiliki produktivitas dan kualitas yang semakin baik.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah peningkatan pekerja formal. Dalam hal ini, pihak kelurahan melalui Kampung KB diharapkan dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya kelompok usia produktif yang bekerja di sektor informal, mengenai pentingnya legalitas dan administrasi pekerjaan, termasuk kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk berpartisipasi dalam sektor formal dan tercatat dalam indikator ketenagakerjaan.

Kedua, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui penguatan peran kader di setiap kelurahan. Para kader didorong untuk terjun langsung melakukan pendampingan keluarga melalui kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR). Langkah ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi serta mendampingi keluarga yang memiliki anak tidak sekolah agar memperoleh perhatian dan dukungan yang dibutuhkan.

Selanjutnya, pihaknya juga turut menggerakkan Pokja Kampung KB ikut terlibat dalam program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di tingkat SD dan SMP untuk menyampaikan isu isu kependudukan di dalam pembelajaran.

“Harapan kami, melalui monev hari ini dapat terbangun sinergisitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kegiatan nyata, baik berupa sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat. Terutama bagi anak-anak usia remaja, agar mereka memiliki kesiapan dan kualitas untuk menjadi generasi produktif di masa mendatang,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Comment